TUGAS 5
Sebutkan dan jelaskan sistem informasi yang sedang berkembang
dimasyarakat sesuai dengan bidang berikut :
- Bidang Pendidikan
- Bidang Bisnis
- Bidang Perdagangan
- Bidang Pemerintahan
- Bidang Kesehatan
- Bidang Perbankan
- Bidang Manufaktur
- Bidang Transportasi
- Bidang Pertahanan & Keamanan
JAWAB
Peranan Sistem Informasi di berbagai
bidang :
1. Bidang
Pendidikan
Bidang Pendidikan pada dasarnya
sebuah rangkaian yang berproses untuk meciptakan suatu perbuahan dari kondisi
yang tidak tahu menjadi serba mengetahui. Oleh karena itu pendidikan
mengandalkan adanya perbuatan, adanya rangkaian yang bersistem, dan dapat
dipraktekan dalam sebuah lembaga pendidikan.Sistem Informasi Manajemen
Pendidikan (SIMP) merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi
teknologi informasi dalam memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali
dalam rangka mendukung kembali proses keputusan bidang pendidikan. Data
tersebut adalah data empiris dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Penerapan sistem informasi manajemen
pendidikan ditujukan untuk membantu memudahkan mengolah data-data dan informasi
yang berkaitan dengan sekolah meliputi penerimaan siswa baru, nilai-nilai,
akademis, dan informasi lainnya. Juga merupakan media interktif siswa agar
mampu menggunakan teknologi.
Perkembangan teknologi kehidupan dikenal
dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh
berbagai kebutuhan secara elektronik. Contoh di bidang pendidikan yaitu, E-Education,
E-Library, E-Laboratory,dan E-Journal.
Dengan kemajuan perkembangan pendidikan
di Indonesia, baik dari segi administrasi atau teknologi, maka proses pelayanan
pendidikan di Indonesia dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Untuk
mengembangkan mutu pendidikan dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung dimana
salah satunya ada aplikasi teknologi informasi dalam bidang sistem informasi
manajemen pendidikan.
kita bisa membaca buku secara online dan
cepat, belajar tidak mengenal waktu dan tempat karna kemajuan teknologi itu sendiri,
bahkan ketika dirumah kita bisa mengetahui keadaan di berbagai penjuru dunia
dengan adanya media elektronik.
2. Bidang
Bisnis
Penerapan sistem informasi dalam bidang
berbisnis
Sistem Informasi, dengan dukungan teknologi informasi, telah menjadi komponen penting dalam organisasi bisnis modern yang sukses menjalankan usahanya, karena mampu membantu dalam pengembangan bisnis dan mengelola keunggulan kompetitif. Sistem dan teknologi informasi juga diandalkan untuk meningkatkan efiektivitas dan efisiensi proses-proses bisnis yang ada di organisasi, sehingga menjadi proses bisnis unggulan (best practice), juga mampu memfasilitasi jajaran manajer dalam pengambilan putusan dan kolaborasi antar bagian.
Sistem informasi mengintegrasikan sumber daya manusia, teknologi (hardware, software dan jaringan komunikasi), sumber data serta kebijakan dan prosedur kerja, untuk mengelola (menyimpan, mengakses kembali, mengubah dan menyebarluaskan) informasi dalam sebuah organisasi.Sistem Informasi pada sebuah organisasi, dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu sistem pendukung operasional (misalnya untuk mengefisienkan taransaksi bisnis, mengendalikan proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi) dan sistem pendukung manajemen (misalnya untuk menyediakan laporan dan tampilan, dukungan langsung pada proses pengambilan putusan).
Dari kesimpulan diatas dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi di dalam dunia bisnis yang modern pada saat ini amatlah penting peranya.Peranan sitem informasi di dalam dunia bisnis yaitu :
1. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses bisnis
2. Membantu manajer untuk mengambil keputusan
3. Sistem Informasi dapat menintegrasikan antara sumber daya manusia,teknologi,sumber data,kebijakan serta prosedur kerja.
Sehingga sistem informasi dapat mempermudah proses-proses bisnis untuk mengembangkan bisninya dan mengelola keunggulan yang kompetitif,serta dapat menjadikan proses bisnis unggulan(best practice).
Penerapan sistem informasi dalam manajemen suatu organisasi
Sistem informasi digunakan untuk mendukung operasi-operasi manajemen yang dilakukan oleh suatu organisasi. Operasi-operasi manajemen terdiri dari beberapa tahap, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
Tahap perencanaan adalah tahap awal dari suatu operasi dalam manajemen suatu organisasi. Dalam tahap ini, organisasi tersebut merumuskan segala sesuatu tentang operasi yang akan dilakukannya, diantaranya adalah : nama operasi, jenis operasi, tujuan operasi, metode operasi, dll.
Kita dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi sangat di butuhkan dalam tahapan-tahapan berorganisasi. Tidak hanya mengolah,menyimpan tp juga dapat mengorganisasikan semua data yang diperlukan dalam organisasi. Sistem informasi juga membantu dalam manajemen organisasi misal di tingkatan manajemen bawah,sistem informasi digunakan dalam mengelola atau membuat laporan rutin dan pemrosesan trnsaksi. Dalam tingkatan manajemen menengah sistem informasi membantu dalam pengambilan keputusan. Lalu dalam tingkatan manajemen atas,sistem informasi berguna untuk mengakses dan mengintegrasikan sistem informasi tiap tingkatan manajemen agar informasi bisa sesempurna mungkin.
Sistem Informasi, dengan dukungan teknologi informasi, telah menjadi komponen penting dalam organisasi bisnis modern yang sukses menjalankan usahanya, karena mampu membantu dalam pengembangan bisnis dan mengelola keunggulan kompetitif. Sistem dan teknologi informasi juga diandalkan untuk meningkatkan efiektivitas dan efisiensi proses-proses bisnis yang ada di organisasi, sehingga menjadi proses bisnis unggulan (best practice), juga mampu memfasilitasi jajaran manajer dalam pengambilan putusan dan kolaborasi antar bagian.
Sistem informasi mengintegrasikan sumber daya manusia, teknologi (hardware, software dan jaringan komunikasi), sumber data serta kebijakan dan prosedur kerja, untuk mengelola (menyimpan, mengakses kembali, mengubah dan menyebarluaskan) informasi dalam sebuah organisasi.Sistem Informasi pada sebuah organisasi, dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu sistem pendukung operasional (misalnya untuk mengefisienkan taransaksi bisnis, mengendalikan proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi) dan sistem pendukung manajemen (misalnya untuk menyediakan laporan dan tampilan, dukungan langsung pada proses pengambilan putusan).
Dari kesimpulan diatas dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi di dalam dunia bisnis yang modern pada saat ini amatlah penting peranya.Peranan sitem informasi di dalam dunia bisnis yaitu :
1. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses bisnis
2. Membantu manajer untuk mengambil keputusan
3. Sistem Informasi dapat menintegrasikan antara sumber daya manusia,teknologi,sumber data,kebijakan serta prosedur kerja.
Sehingga sistem informasi dapat mempermudah proses-proses bisnis untuk mengembangkan bisninya dan mengelola keunggulan yang kompetitif,serta dapat menjadikan proses bisnis unggulan(best practice).
Penerapan sistem informasi dalam manajemen suatu organisasi
Sistem informasi digunakan untuk mendukung operasi-operasi manajemen yang dilakukan oleh suatu organisasi. Operasi-operasi manajemen terdiri dari beberapa tahap, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
Tahap perencanaan adalah tahap awal dari suatu operasi dalam manajemen suatu organisasi. Dalam tahap ini, organisasi tersebut merumuskan segala sesuatu tentang operasi yang akan dilakukannya, diantaranya adalah : nama operasi, jenis operasi, tujuan operasi, metode operasi, dll.
Kita dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi sangat di butuhkan dalam tahapan-tahapan berorganisasi. Tidak hanya mengolah,menyimpan tp juga dapat mengorganisasikan semua data yang diperlukan dalam organisasi. Sistem informasi juga membantu dalam manajemen organisasi misal di tingkatan manajemen bawah,sistem informasi digunakan dalam mengelola atau membuat laporan rutin dan pemrosesan trnsaksi. Dalam tingkatan manajemen menengah sistem informasi membantu dalam pengambilan keputusan. Lalu dalam tingkatan manajemen atas,sistem informasi berguna untuk mengakses dan mengintegrasikan sistem informasi tiap tingkatan manajemen agar informasi bisa sesempurna mungkin.
4. Bidang
Pemerintahan
E-Government adalah Suatu upaya untuk
mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu
penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan
mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Ada tiga model penyampaian E-Government,
antara lain :
a. Government-to-Citizen atau
Government-to-Customer (G2C)
Adalah penyampaian layanan publik dan informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,contohnya G2C : Pajak online, mencari Pekerjaan, Layanan Jaminan sosial, Dokumen pribadi (Kelahiran dan Akte perkawinan, Aplikasi Paspor, Lisensi Pengarah), Layanan imigrasi,Layanan kesehatan, Beasiswa, penanggulangan bencana.
Adalah penyampaian layanan publik dan informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,contohnya G2C : Pajak online, mencari Pekerjaan, Layanan Jaminan sosial, Dokumen pribadi (Kelahiran dan Akte perkawinan, Aplikasi Paspor, Lisensi Pengarah), Layanan imigrasi,Layanan kesehatan, Beasiswa, penanggulangan bencana.
b. Government-to-Business (G2B)
Adalah transaksi-transaksi elektronik dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah.Mengarah kepada pemasaran produk dan jasa ke pemerintah untuk membantu pemerintah menjadi lebih efisien melalui peningkatan proses bisnis dan manajemen data elektronik. Aplikasi yang memfasilitasi interaksi G2B maupun B2G adalah Sistem e-procurement.Contoh : Pajak perseroan, Peluang Bisnis, Pendaftaran perusahaan, peraturan pemerintah (Hukum Bisnis), Pelelangan dan penjualan yang dilaksanakan oleh pemerintah, hak paten merk dagang, dll
Adalah transaksi-transaksi elektronik dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah.Mengarah kepada pemasaran produk dan jasa ke pemerintah untuk membantu pemerintah menjadi lebih efisien melalui peningkatan proses bisnis dan manajemen data elektronik. Aplikasi yang memfasilitasi interaksi G2B maupun B2G adalah Sistem e-procurement.Contoh : Pajak perseroan, Peluang Bisnis, Pendaftaran perusahaan, peraturan pemerintah (Hukum Bisnis), Pelelangan dan penjualan yang dilaksanakan oleh pemerintah, hak paten merk dagang, dll
c. Government-to-Government (G2G)
Adalah Memungkinkan komunikasi dan pertukaran informasi online antar departemen atau lembaga pemerintahan melalui basisdata terintegrasi.Contoh : Konsultasi secara online,blogging untuk kalangan legislative, pendidikan secara online, pelayanan kepada masyarakat secara terpadu.
Adalah Memungkinkan komunikasi dan pertukaran informasi online antar departemen atau lembaga pemerintahan melalui basisdata terintegrasi.Contoh : Konsultasi secara online,blogging untuk kalangan legislative, pendidikan secara online, pelayanan kepada masyarakat secara terpadu.
5. Bidang
Kesehatan
Pengelolaan data di rumah sakit
merupakan salah satu komponen yang penting dalam mewujudkan suatu sistem
informasi di rumah sakit. Pengelolaan data secara manual, mempunyai banyak
kelemahan, selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratannya juga kurang dapat
diterima, karena kemungkinan kesalahan sangat besar. Dengan dukungan teknologi
informasi yang ada sekarang ini, pekerjaan pengelolaan data dengan cara manual
dapat digantikan dengan suatu sistem informasi dengan menggunakan komputer.
Selain lebih cepat dan mudah, pengelolaan data juga menjadi lebih akurat.
Rekam medis menyimpan informasi
kesehatan, baik penyakit yang pernah diderita maupun catatan kondisi kesehatan,
sejak kelahiran seorang pasien. Informasi medis ini akan sangat membantu
seorang dokter mengetahui status atau kondisi kesehatan seorang pasien. Di
Indonesia, rekam medis longitudinal masih menjadi tanggung jawab pasien, karena
Indonesia belum memiliki regulasi tentang standar untuk pengelolaan dan
penyimpanan rekam medis. Hal ini tentu saja menyulitkan pasien untuk memiliki
historis rekam medis yang lengkap.
Kehadiran dan kemajuan teknologi
komputer dan teknologi informasi saat ini telah membawa manfaat yang luar biasa
dalam menghadirkan informasi dan memberikan sarana komunikasi yang efektif dan
efisien. maka pengembangan e-health merupakan salah satu bentuk peningkatan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat penerapan suatu Sistem Informasi
Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan solusi penerapan Teknologi Informasi
bidang kesehatan, Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) merupakan suatu tatanan
yang terkait dengan pengumpulan data, pengelolaan data, penyajian informasi,
analisis dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan
untuk kegiatan rumah sakit.
Keuntungan lain adalah terhadap
integrasi data di setiap unit. Bila dengan sistem manual, data pasien harus
dimasukkan di setiap unit, maka dengan SIMRS data tersebut cukup sekali
dimasukkan di pendaftaran saja. Hal ini jelas mengurangi beban kerja
adminstrasi dan menjamin konsistensi data. Ilustrasi pada awal makalah ini
merupakan gambaran proses integrasi pada beberapa unit layanan di rumah sakit.
Dari uraian di atas menunjukkan bahwa :
Sistem Informasi dapat meningkatkan
kualitas pelayanan.
Sistem Informasi dapat menjaga standar
praktek medis yang baik dan benar.
Sistem Informasi dapat menjadi alat koordinasi
yang sangat efektif.
Sistem Informasi dapat menjadi fungsi
kontrol yang konsisten.
Sistem Informasi dapat meningkatkan
pendapatan.
6. Bidang Perbankan
Teknologi
informasi ikut mewarnai dunia perbankan. Kehadiran sistem online yang ditangani
oleh teknologi komputer dan teknologi komunikasi memungkinkan nasabah mengambil
uang dari kantor cabang dari bank yang sama yang berada di mana saja. Pada
perkembangan selanjutnya, sistem seperti ini juga dilengkapidengan mesin-mesin
ATM, yang memungkinkan nasabah mengambil uang tanpa tergantung oleeh jam kerja
bank.
7. Bidang
Manufaktur
Istilah manufaktur berasal dari dua kata bahasa latin, yaitu
manus dan factus. Manus adalah tangan dan factus adalah mengerjakan. Jadi,
manufaktur artinya mengerjakan dengan tangan atau proses pembutan produk yang
dikerjakan dengan tangan. Pengertian manufaktur sekarang adalah proses
pembuatan produk dengan bantuan mesin dan pengontrolan bahkan dikerjakan secara
otomatis penuh, tetapi tetap melalui pengawasan secara manual.
Istilah manufaktur sering dianggap sama dengan produksi, tetapi
sebenarnya produksi memiliki arti yang sangat luas. Produksi adalah proses
pengolahan bahan baku menjadi suatu produk, dapat berupa produk gas, cair, dan
padat. Contoh; produk gas alam, produksi minyak bumi, produksi pesawat tebang.
Sementara jasa adalah sesuatu yang diproduksi dan dikonsumsi
secara bersamaan. Jadi, hasil dari jasa akan dapat dilihat setelah jasa
tersebut diselesaikan. Contoh: bayangkan bila Anda akan pergi untuk memotong
rambut, maka jasa pemotongan tersebut akan dikonsumsi ketika diproduksi dan
hasilnya akan tampak setelah rambut Anda selesai dipotong.
Industri pelayanan atau jasa (Service Industries), yaitu
industri yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa, baik untuk melayani dan
menunjang aktivitas industri yang lain maupun langsung memberikan pelayanan
atau jasa kepada konsumen. Contoh: Bank, Jasa Angkut, Rumah Sakit, dan
lain-lain.
Industri terdiri dari perusahaan dan organisasi yang menghasilkan
atau menyuplai barang-barang dan jasa. Industri manufaktur (The
Manufaktur Industries), yaitu industri yang menghasilkan bahan baku
guna dijadikan bermacam-macam bentuk atau model produk, baik produk yang masih
setengah jadi ataupun yang sudah berupa produk jadi. Contoh: Industri
Permesinan dan Industri Mobil. Industri dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.
Industri Primer adalah industri yang mengolah
dan memanfaatkan sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, pertambangan,
dan lain-lainnya.
2.
Industri Sekunder adalah industri yang mengolah
hasil dari industri primer menjadi barang-barang konsumsi (consumer goods) dan
barang-barang kapital (capital goods). Kegiatan utama pada industri sekunder
ini adalah manufaktur, termasuk keperluan konstruksi dan daya.
3.
Industri Tersier adalah industri yang bergerak
dalam sektor pelayanan perekonomian, seperti perbankan, asuransi, hotel, dan
lain-lainnya.
Kemajuan teknologi informasi juga membawa dampak besar pada
perkembangan dalam paradigma maupun pada teknologi manufaktur. Beberapa faktor
tersebut mendasar mengalami perubahan akibat penggunaan teknologi informasi.
8. Bidang Transportasi
Transportasi adalah pemindahan
manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan
sebuah wahana yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan
untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju,
mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk
disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar
menggunakan angkutann umum sebagai transportasi mereka.
Transportasi sendiri dibagi 3,
yaitu transportasi darat, laut dan udara. Transportasi udara merupakan
transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya. Selain karena
memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat
transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. Dengan
tuntutan yang berkembang, maka infrastruktur transportasi perlu dikembangkan
dengan metode baru yang harus dieksplorasi untuk memenuhi kebutuhan
transportasi, baik hari ini maupun masa depan.
Intelligent Transportation
System (ITS) teknologi menyediakan alat yang signifikan untuk
meningkatkan efisiensi dan keselamatan transportasi. Dasar dari aplikasi ITS
didasarkan pada transportasi sensor lingkungan, efektif komunikasi, perangkat
lunak komputer, dan pengolahan informasi perangkat keras.
ITS menggunakan berbagai teknologi
maju dan aplikasi untuk meningkatkan transportasi keselamatan, menyediakan
informasi perjalanan ke pengguna sistem serta lebih efektif dalam mengelola
sistem transportasi. Rencana strategi ITS: 1997-2017 menyatakan bahwa tujuan
ITS untuk:
- Meningkatkan produktivitas dari sistem pengguna transportasi
- Meningkatkan keselamatan
- Meningkatkan efisiensi sistem transportasi
- Meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas
- Meningkatkan antarmoda koneksi
- Mempromosikan tanggung jawab lingkungan dan mengurangi penggunaan energi.
Selain berbagai kemudahan ITS yang dapat
kita terima dengan adanya Teknologi Informasi (TI). Berikut ini adalah aplikasi
teknologi informasi dalam bidang transportasi khususnya untuk mengatur jadwal
penerbangan pesawat terbang.
2.5.1 Radar
Radar adalah suatu sistem gelombang
elektromagnetik yang berguna untuk mendeteksi dan mengukur jarak. Dalam bidang
penerbangan, radar biasanya terlihat digunakan di menara kontrol bandara yang
memakai sistem Air Traffic Control (ATC).
Air Traffic Control merupakan suatu
kendali dalam pengaturann lalu lintas udara yang berfungsi untuk mengatur lalu
lalang serta kelancaran lalu lintas udara bagi setiap pesawat terbang yang akan
lepas landas (take off), terbang di udara, maupun yang akan mendarat (landing).
ATC juga berfungsi untuk memberikan layanan bantuan informasi bagi pilot
tentang cuaca, situasi, dan kondisi bandara yang dituju.
9. Bidang Pertahanan dan Keamanan
Fungsi pertahanan dan keamanan
negara merupakan fungsi hakiki dari sebuah negara yang berdaulat, sehingga
menjadi hak dan kewajiban seluruh warga negara, dan bukan semata-mata
tanggungjawab Departemen Pertahanan dan TNI saja. Hal ini juga menyangkut upaya
pembinaan kemampuan pertahanan negara dan pendayagunaan sumber daya nasional
untuk kepentingan pertahanan.
Masalah petahanan bukan merupakan
masalah militer saja, meskipun militer tetap akan menjadi komponen utama dalam
masalah pertahanan tersebut. Selain itu, juga didasarkan pada perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat. MENHAN juga menegaskan, sudah
waktunya bagi DEPHAN untuk mengembangkan penelitian dan pengembangan serta
pendayagunaan teknologi informasi untuk pertahanan.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam bidang pertahanan dapat menimbulkan ancaman militer dan ancaman
non-militer semakin luas. Untuk itu, kemajuan IPTEK harus dimanfaatkan untuk
mendukung terwujudnya pertahanan negara yang kuat. Seiring derasnya arus
globalisasi yang memengaruhi segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,
berbagai negara telah berlomba-lomba dalam penguasaan dan penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pertahanan negaranya.
Pemanfaatan kemajuan IPTEK di
bidang pertahanan, dapat memperkuat pertahanan suatu negara dan juga
menimbulkan ancaman bagi negara lain. Pemanfaatan teknologi ini dapat
meningkatkan kemampuan alutsista dan peralatan militer, misalnya:
- Memperjauh jarak tembak rudal
- Meningkatkan kemampuan antiradar
- Meningkatkan kemampuan senjata kimia dan biologi (chemical/biological weapon)
- Electronic Warfare, Information Warfare, Cyber Warfare, dan Psychological Warfare.
Banyak negara telah mengembangkan
teknologi informasi dan komunikasi, teknologi kedirgantaraan, bioteknologi,
teknologi propulsi, teknologi pembangkit energi dan nanoteknologi untuk
menggerakkan industri pertahanannya dalam rangka memproduksi alutsista yang
digunakan untuk memperkuat militernya dan juga untuk menyiapkan sebagai
produsen alautsia yang siap bersaing dengan negara produsen lain. Negara-negara
maju seperti AS, Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, dann Jepang secara
berkelanjutan mengembangkan industri pertahanannya untuk memperkuat kekuatan
militernya dan menjadikan sebagai negara pengekspor alutsista. Masing-masing
negara memiliki keunggulan sesuai dengan pengembangan IPTEK yang terdapat di
negaranya. Industri pertahanan di negara maju berkembang sangat pesat karena
dukungan yang penuh dari pemerintah (baik kebijakan industri maupun
finansialnya) dan iklim ekonomi yang menunjang perkembangannya.
Di berbagai kawasan, muncul negara
sebagai kekuatan baru dengan disertai peralat militer yang canggih. India dan
China merupakan contoh negara yang memiliki kekuatan militer sekaligus kekuatan
ekonomi yang tangguh. Mereka memanfaatkan kemajuan IPTEK untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi sekaligus menggiatkan industri pertahanannya.
China mengembangkan kemampuan militer
berteknologi tinggi dengan membanggun angkatan bersenjata yang
terkomputerisasi, kemampuan tempur berbasis teknologi informasi. Sedangkan
India dengan kemajuan elektroniknya berhasil mengembangkan pembuatan pesawat,
helikopter, dan rudal yang cukup disegani.
Dengan IPTEK, sistem persenjataan dan
alat peralatan baru dapat diciptakan untuk mendukung keperluan
militer/pertahanan yang lebih andal, lebih akurat dan lebih cepat serta
fleksibel pengarahannya. Teknologi dalam memproduksi persenjataan dan alat
peralatan tersebut terus berkembang sejalan dengan perkembangan IPTEK.
Pada dasarnya, perang di masa mendatang
adalah “perang otak” atau sering disebut perang daya saing. Perang ini
mengandalkan kreaktivitas intelektual untuk mengalahkan negara lain dalam
persaingan internasional. Untuk itu, setiap negara dituntut untuk memenangkan
daya saing, sehingga perlu meningkatkan kemampuan teknologi, sumber daya
manusia dan finansialnya. Pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia yang sedang
dilakukan tidak terlepas dari perkembangan IPTEK. Program pembangunan IPTEK
yang diarahkan untuk mendukung kepentingan pertahanan lebih menjurus pada
terpenuhinya kebutuhan alutsista yang difokuskan pada teknologi pendukung,
yaitu:
- Daya Gerak : Kendaraan darat, kapal laut, pesawat terbang
- Daya Tempur : Senjata, munisi kaliber besar dan bahan peledak, roket
- Peluru Kendali : Komando, kendali, komunikasi, komputer dan informasi (K4I)
- Komunikasi : Surveilance, penginderaan dan navigasi
- Peralatan : Perlengkapan operasi personel, kendaraan tempur (panser), mobile shooting range, pesawat pengintai tanpa awak, senapan serbu, senjata energi kinetika, senjata tidak mematikan (non-lethal weapons), senjata destruksi massal, berbagai macam ballstik dan jelajah serta pertahanan terhadapnya.
Untuk mengembangkan teknologi
pertahanan, beberapa hal perlu diadakan. Perlu kita sadari bahwa hal itu
merupakan kegiatan bersama antara para pakar teknologi, pakar militer, dan
pakar industri pertahanan. Sebab itu perlu dibentuk satu forum yang
memungkinkan bertemunya tiga unsur itu untuk secara teratur membicarakan
berbagai hal yang menyangkut teknologi pada umumnya dan teknologi pertahanan
khususnya serta industri yang memproduksinya.
Juga perlu ada usaha untuk menambah
pengetahuan para pakar militer tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi pada umumnya, termasuk aspek produksi yang menghasilkan teknologi
secara efisien. Dalam hal ini juga perlu dikembangkan pengetahuan yang
bersangkutan dengan teknologi nuklir, senjata biologi dan kimia, juga tentunya
C4ISR (Command, Control,Communications, Computer, Intelligence, Surveillance,
Reconnaissance).
Komentar
Posting Komentar