Langsung ke konten utama

TUGAS 5


TUGAS 5


Sebutkan dan jelaskan sistem informasi yang sedang berkembang dimasyarakat sesuai dengan bidang berikut :
  1. Bidang Pendidikan
  2. Bidang Bisnis
  3. Bidang Perdagangan
  4. Bidang Pemerintahan
  5. Bidang Kesehatan
  6. Bidang Perbankan
  7. Bidang Manufaktur
  8. Bidang Transportasi
  9. Bidang Pertahanan & Keamanan

JAWAB
Peranan Sistem Informasi di berbagai bidang :

1.        Bidang Pendidikan
Bidang Pendidikan pada dasarnya sebuah rangkaian yang berproses untuk meciptakan suatu perbuahan dari kondisi yang tidak tahu menjadi serba mengetahui. Oleh karena itu pendidikan mengandalkan adanya perbuatan, adanya rangkaian yang bersistem, dan dapat dipraktekan dalam sebuah lembaga pendidikan.Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMP) merupakan perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi informasi dalam memilih, menyimpan, mengolah, dan mengambil kembali dalam rangka mendukung kembali proses keputusan bidang pendidikan. Data tersebut adalah data empiris dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Penerapan sistem informasi manajemen pendidikan ditujukan untuk membantu memudahkan mengolah data-data dan informasi yang berkaitan dengan sekolah meliputi penerimaan siswa baru, nilai-nilai, akademis, dan informasi lainnya. Juga merupakan media interktif siswa agar mampu menggunakan teknologi.
Perkembangan teknologi kehidupan dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Contoh di bidang pendidikan yaitu, E-Education, E-Library, E-Laboratory,dan E-Journal.
Dengan kemajuan perkembangan pendidikan di Indonesia, baik dari segi administrasi atau teknologi, maka proses pelayanan pendidikan di Indonesia dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Untuk mengembangkan mutu pendidikan dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung dimana salah satunya ada aplikasi teknologi informasi dalam bidang sistem informasi manajemen pendidikan.
kita bisa membaca buku secara online dan cepat, belajar tidak mengenal waktu dan tempat karna kemajuan teknologi itu sendiri, bahkan ketika dirumah kita bisa mengetahui keadaan di berbagai penjuru dunia dengan adanya media elektronik.

2.   Bidang Bisnis 
Penerapan sistem informasi dalam bidang berbisnis
Sistem Informasi, dengan dukungan teknologi informasi, telah menjadi komponen penting dalam organisasi bisnis modern yang sukses menjalankan usahanya, karena mampu membantu dalam pengembangan bisnis dan mengelola keunggulan kompetitif. Sistem dan teknologi informasi juga diandalkan untuk meningkatkan efiektivitas dan efisiensi proses-proses bisnis yang ada di organisasi, sehingga menjadi proses bisnis unggulan (best practice), juga mampu memfasilitasi jajaran manajer dalam pengambilan putusan dan kolaborasi antar bagian.
            Sistem informasi mengintegrasikan sumber daya manusia, teknologi (hardware, software dan jaringan komunikasi), sumber data serta kebijakan dan prosedur kerja, untuk mengelola (menyimpan, mengakses kembali, mengubah dan menyebarluaskan) informasi dalam sebuah organisasi.Sistem Informasi pada sebuah organisasi, dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu sistem pendukung operasional (misalnya untuk mengefisienkan taransaksi bisnis, mengendalikan proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi) dan sistem pendukung manajemen (misalnya untuk menyediakan laporan dan tampilan, dukungan langsung pada proses pengambilan putusan).
            Dari kesimpulan diatas dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi di dalam dunia bisnis yang modern pada saat ini amatlah penting peranya.Peranan sitem informasi di dalam dunia bisnis yaitu :
1.    Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam proses bisnis
2.    Membantu manajer untuk mengambil keputusan
3.    Sistem Informasi dapat menintegrasikan antara sumber daya manusia,teknologi,sumber data,kebijakan serta prosedur kerja.
Sehingga sistem informasi dapat mempermudah proses-proses bisnis untuk mengembangkan bisninya dan mengelola keunggulan yang kompetitif,serta dapat menjadikan proses bisnis unggulan(best practice).
Penerapan sistem informasi dalam manajemen suatu organisasi
Sistem informasi digunakan untuk mendukung operasi-operasi manajemen yang dilakukan oleh suatu organisasi. Operasi-operasi manajemen terdiri dari beberapa tahap, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
Tahap perencanaan adalah tahap awal dari suatu operasi dalam manajemen suatu organisasi. Dalam tahap ini, organisasi tersebut merumuskan segala sesuatu tentang operasi yang akan dilakukannya, diantaranya adalah : nama operasi, jenis operasi, tujuan operasi, metode operasi, dll.
    Kita dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi sangat di butuhkan dalam tahapan-tahapan berorganisasi. Tidak hanya mengolah,menyimpan tp juga dapat mengorganisasikan semua data yang diperlukan dalam organisasi. Sistem informasi juga membantu dalam manajemen organisasi misal di tingkatan manajemen bawah,sistem informasi digunakan dalam mengelola atau membuat laporan rutin dan pemrosesan trnsaksi. Dalam tingkatan manajemen menengah sistem informasi membantu dalam pengambilan keputusan. Lalu dalam tingkatan manajemen atas,sistem informasi berguna untuk mengakses dan mengintegrasikan sistem informasi tiap tingkatan manajemen agar informasi bisa sesempurna mungkin.

4.   Bidang Pemerintahan
E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Ada tiga model penyampaian E-Government, antara lain :
a. Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C)
          Adalah penyampaian layanan publik dan informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran informasi dan  komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,contohnya G2C : Pajak online, mencari Pekerjaan, Layanan Jaminan   sosial, Dokumen pribadi (Kelahiran dan Akte perkawinan, Aplikasi Paspor, Lisensi Pengarah), Layanan imigrasi,Layanan kesehatan, Beasiswa, penanggulangan bencana.
b. Government-to-Business (G2B)
   Adalah transaksi-transaksi elektronik dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah.Mengarah kepada pemasaran produk     dan jasa ke pemerintah untuk membantu pemerintah menjadi lebih efisien melalui peningkatan proses bisnis dan manajemen data elektronik.            Aplikasi yang memfasilitasi interaksi G2B maupun B2G adalah Sistem e-procurement.Contoh : Pajak perseroan, Peluang Bisnis, Pendaftaran perusahaan,    peraturan pemerintah (Hukum Bisnis), Pelelangan dan penjualan yang  dilaksanakan oleh pemerintah, hak paten merk dagang, dll
c. Government-to-Government (G2G)
    Adalah Memungkinkan komunikasi dan pertukaran informasi online  antar departemen atau lembaga pemerintahan melalui basisdata  terintegrasi.Contoh : Konsultasi secara online,blogging untuk kalangan   legislative, pendidikan secara online, pelayanan kepada masyarakat secara terpadu.

5.   Bidang Kesehatan
Pengelolaan data di rumah sakit merupakan salah satu komponen yang penting dalam mewujudkan suatu sistem informasi di rumah sakit. Pengelolaan data secara manual, mempunyai banyak kelemahan, selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratannya juga kurang dapat diterima, karena kemungkinan kesalahan sangat besar. Dengan dukungan teknologi informasi yang ada sekarang ini, pekerjaan pengelolaan data dengan cara manual dapat digantikan dengan suatu sistem informasi dengan menggunakan komputer. Selain lebih cepat dan mudah, pengelolaan data juga menjadi lebih akurat.

Rekam medis menyimpan informasi kesehatan, baik penyakit yang pernah diderita maupun catatan kondisi kesehatan, sejak kelahiran seorang pasien. Informasi medis ini akan sangat membantu seorang dokter mengetahui status atau kondisi kesehatan seorang pasien. Di Indonesia, rekam medis longitudinal masih menjadi tanggung jawab pasien, karena Indonesia belum memiliki regulasi tentang standar untuk pengelolaan dan penyimpanan rekam medis. Hal ini tentu saja menyulitkan pasien untuk memiliki historis rekam medis yang lengkap.

Kehadiran dan kemajuan teknologi komputer dan teknologi informasi saat ini telah membawa manfaat yang luar biasa dalam menghadirkan informasi dan memberikan sarana komunikasi yang efektif dan efisien. maka pengembangan e-health merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat penerapan suatu Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan solusi penerapan Teknologi Informasi bidang kesehatan, Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) merupakan suatu tatanan yang terkait dengan pengumpulan data, pengelolaan data, penyajian informasi, analisis dan penyimpulan informasi serta penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan rumah sakit.
Keuntungan lain adalah terhadap integrasi data di setiap unit. Bila dengan sistem manual, data pasien harus dimasukkan di setiap unit, maka dengan SIMRS data tersebut cukup sekali dimasukkan di pendaftaran saja. Hal ini jelas mengurangi beban kerja adminstrasi dan menjamin konsistensi data. Ilustrasi pada awal makalah ini merupakan gambaran proses integrasi pada beberapa unit layanan di rumah sakit.

Dari uraian di atas menunjukkan bahwa :
Sistem Informasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan.
Sistem Informasi dapat menjaga standar praktek medis yang baik dan benar.
Sistem Informasi dapat menjadi alat koordinasi yang sangat efektif.
Sistem Informasi dapat menjadi fungsi kontrol yang konsisten.
Sistem Informasi dapat meningkatkan pendapatan.



6.   Bidang Perbankan
 Teknologi informasi ikut mewarnai dunia perbankan. Kehadiran sistem online yang ditangani oleh teknologi komputer dan teknologi komunikasi memungkinkan nasabah mengambil uang dari kantor cabang dari bank yang sama yang berada di mana saja. Pada perkembangan selanjutnya, sistem seperti ini juga dilengkapidengan mesin-mesin ATM, yang memungkinkan nasabah mengambil uang tanpa tergantung oleeh jam kerja bank. 

7.  Bidang Manufaktur
 Istilah manufaktur berasal dari dua kata bahasa latin, yaitu manus dan factus. Manus adalah tangan dan factus adalah mengerjakan. Jadi, manufaktur artinya mengerjakan dengan tangan atau proses pembutan produk yang dikerjakan dengan tangan. Pengertian manufaktur sekarang adalah proses pembuatan produk dengan bantuan mesin dan pengontrolan bahkan dikerjakan secara otomatis penuh, tetapi tetap melalui pengawasan secara manual. 
 Istilah manufaktur sering dianggap sama dengan produksi, tetapi sebenarnya produksi memiliki arti yang sangat luas. Produksi adalah proses pengolahan bahan baku menjadi suatu produk, dapat berupa produk gas, cair, dan padat. Contoh; produk gas alam, produksi minyak bumi, produksi pesawat tebang.
 Sementara jasa adalah sesuatu yang diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan. Jadi, hasil dari jasa akan dapat dilihat setelah jasa tersebut diselesaikan. Contoh: bayangkan bila Anda akan pergi untuk memotong rambut, maka jasa pemotongan tersebut akan dikonsumsi ketika diproduksi dan hasilnya akan tampak setelah rambut Anda selesai dipotong.
 Industri pelayanan atau jasa (Service Industries), yaitu industri yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa, baik untuk melayani dan menunjang aktivitas industri yang lain maupun langsung memberikan pelayanan atau jasa kepada konsumen. Contoh: Bank, Jasa Angkut, Rumah Sakit, dan lain-lain.
 Industri terdiri dari perusahaan dan organisasi yang menghasilkan atau menyuplai barang-barang dan jasa. Industri manufaktur (The Manufaktur Industries), yaitu industri yang menghasilkan bahan baku guna dijadikan bermacam-macam bentuk atau model produk, baik produk yang masih setengah jadi ataupun yang sudah berupa produk jadi. Contoh: Industri Permesinan dan Industri Mobil. Industri dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.     Industri Primer adalah industri yang mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, pertambangan, dan lain-lainnya.
2.     Industri Sekunder adalah industri yang mengolah hasil dari industri primer menjadi barang-barang konsumsi (consumer goods) dan barang-barang kapital (capital goods). Kegiatan utama pada industri sekunder ini adalah manufaktur, termasuk keperluan konstruksi dan daya.
3.     Industri Tersier adalah industri yang bergerak dalam sektor pelayanan perekonomian, seperti perbankan, asuransi, hotel, dan lain-lainnya.
Kemajuan teknologi informasi juga membawa dampak besar pada perkembangan dalam paradigma maupun pada teknologi manufaktur. Beberapa faktor tersebut mendasar mengalami perubahan akibat penggunaan teknologi informasi.






8. Bidang Transportasi
 Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah wahana yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutann umum sebagai transportasi mereka.
 Transportasi sendiri dibagi 3, yaitu transportasi darat, laut dan udara. Transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. Dengan tuntutan yang berkembang, maka infrastruktur transportasi perlu dikembangkan dengan metode baru yang harus dieksplorasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi, baik hari ini maupun masa depan.
 Intelligent Transportation System (ITS) teknologi menyediakan alat yang signifikan untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan transportasi. Dasar dari aplikasi ITS didasarkan pada transportasi sensor lingkungan, efektif komunikasi, perangkat lunak komputer, dan pengolahan informasi perangkat keras.
 ITS menggunakan berbagai teknologi maju dan aplikasi untuk meningkatkan transportasi keselamatan, menyediakan informasi perjalanan ke pengguna sistem serta lebih efektif dalam mengelola sistem transportasi. Rencana strategi ITS: 1997-2017 menyatakan bahwa tujuan ITS untuk:
  1. Meningkatkan produktivitas dari sistem pengguna transportasi
  2. Meningkatkan keselamatan
  3. Meningkatkan efisiensi sistem transportasi
  4. Meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas
  5. Meningkatkan antarmoda koneksi
  6. Mempromosikan tanggung jawab lingkungan dan mengurangi penggunaan energi.
Selain berbagai kemudahan ITS yang dapat kita terima dengan adanya Teknologi Informasi (TI). Berikut ini adalah aplikasi teknologi informasi dalam bidang transportasi khususnya untuk mengatur jadwal penerbangan pesawat terbang.
2.5.1 Radar
Radar adalah suatu sistem gelombang elektromagnetik yang berguna untuk mendeteksi dan mengukur jarak. Dalam bidang penerbangan, radar biasanya terlihat digunakan di menara kontrol bandara yang memakai sistem Air Traffic Control (ATC).
Air Traffic Control merupakan suatu kendali dalam pengaturann lalu lintas udara yang berfungsi untuk mengatur lalu lalang serta kelancaran lalu lintas udara bagi setiap pesawat terbang yang akan lepas landas (take off), terbang di udara, maupun yang akan mendarat (landing). ATC juga berfungsi untuk memberikan layanan bantuan informasi bagi pilot tentang cuaca, situasi, dan kondisi bandara yang dituju.

9. Bidang Pertahanan dan Keamanan
 Fungsi pertahanan dan keamanan negara merupakan fungsi hakiki dari sebuah negara yang berdaulat, sehingga menjadi hak dan kewajiban seluruh warga negara, dan bukan semata-mata tanggungjawab Departemen Pertahanan dan TNI saja. Hal ini juga menyangkut upaya pembinaan kemampuan pertahanan negara dan pendayagunaan sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan. 
 Masalah petahanan bukan merupakan masalah militer saja, meskipun militer tetap akan menjadi komponen utama dalam masalah pertahanan tersebut. Selain itu, juga didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat. MENHAN juga menegaskan, sudah waktunya bagi DEPHAN untuk mengembangkan penelitian dan pengembangan serta pendayagunaan teknologi informasi untuk pertahanan.
 Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pertahanan dapat menimbulkan ancaman militer dan ancaman non-militer semakin luas. Untuk itu, kemajuan IPTEK harus dimanfaatkan untuk mendukung terwujudnya pertahanan negara yang kuat. Seiring derasnya arus globalisasi yang memengaruhi segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, berbagai negara telah berlomba-lomba dalam penguasaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pertahanan negaranya.
 Pemanfaatan kemajuan IPTEK di bidang pertahanan, dapat memperkuat pertahanan suatu negara dan juga menimbulkan ancaman bagi negara lain. Pemanfaatan teknologi ini dapat meningkatkan kemampuan alutsista dan peralatan militer, misalnya:
  1. Memperjauh jarak tembak rudal
  2. Meningkatkan kemampuan antiradar
  3. Meningkatkan kemampuan senjata kimia dan biologi (chemical/biological weapon)
  4. Electronic Warfare, Information Warfare, Cyber Warfare, dan Psychological Warfare.
Banyak negara telah mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi, teknologi kedirgantaraan, bioteknologi, teknologi propulsi, teknologi pembangkit energi dan nanoteknologi untuk menggerakkan industri pertahanannya dalam rangka memproduksi alutsista yang digunakan untuk memperkuat militernya dan juga untuk menyiapkan sebagai produsen alautsia yang siap bersaing dengan negara produsen lain. Negara-negara maju seperti AS, Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, dann Jepang secara berkelanjutan mengembangkan industri pertahanannya untuk memperkuat kekuatan militernya dan menjadikan sebagai negara pengekspor alutsista. Masing-masing negara memiliki keunggulan sesuai dengan pengembangan IPTEK yang terdapat di negaranya. Industri pertahanan di negara maju berkembang sangat pesat karena dukungan yang penuh dari pemerintah (baik kebijakan industri maupun finansialnya) dan iklim ekonomi yang menunjang perkembangannya.
Di berbagai kawasan, muncul negara sebagai kekuatan baru dengan disertai peralat militer yang canggih. India dan China merupakan contoh negara yang memiliki kekuatan militer sekaligus kekuatan ekonomi yang tangguh. Mereka memanfaatkan kemajuan IPTEK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menggiatkan industri pertahanannya.
China mengembangkan kemampuan militer berteknologi tinggi dengan membanggun angkatan bersenjata yang terkomputerisasi, kemampuan tempur berbasis teknologi informasi. Sedangkan India dengan kemajuan elektroniknya berhasil mengembangkan pembuatan pesawat, helikopter, dan rudal yang cukup disegani.
Dengan IPTEK, sistem persenjataan dan alat peralatan baru dapat diciptakan untuk mendukung keperluan militer/pertahanan yang lebih andal, lebih akurat dan lebih cepat serta fleksibel pengarahannya. Teknologi dalam memproduksi persenjataan dan alat peralatan tersebut terus berkembang sejalan dengan perkembangan IPTEK.
Pada dasarnya, perang di masa mendatang adalah “perang otak” atau sering disebut perang daya saing. Perang ini mengandalkan kreaktivitas intelektual untuk mengalahkan negara lain dalam persaingan internasional. Untuk itu, setiap negara dituntut untuk memenangkan daya saing, sehingga perlu meningkatkan kemampuan teknologi, sumber daya manusia dan finansialnya. Pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia yang sedang dilakukan tidak terlepas dari perkembangan IPTEK. Program pembangunan IPTEK yang diarahkan untuk mendukung kepentingan pertahanan lebih menjurus pada terpenuhinya kebutuhan alutsista yang difokuskan pada teknologi pendukung, yaitu:
  1. Daya Gerak : Kendaraan darat, kapal laut, pesawat terbang
  2. Daya Tempur : Senjata, munisi kaliber besar dan bahan peledak, roket
  3. Peluru Kendali : Komando, kendali, komunikasi, komputer dan informasi (K4I)
  4. Komunikasi : Surveilance, penginderaan dan navigasi
  5. Peralatan : Perlengkapan operasi personel, kendaraan tempur (panser), mobile shooting range, pesawat pengintai tanpa awak, senapan serbu, senjata energi kinetika, senjata tidak mematikan (non-lethal weapons), senjata destruksi massal, berbagai macam ballstik dan jelajah serta pertahanan terhadapnya.
Untuk mengembangkan teknologi pertahanan, beberapa hal perlu diadakan. Perlu kita sadari bahwa hal itu merupakan kegiatan bersama antara para pakar teknologi, pakar militer, dan pakar industri pertahanan. Sebab itu perlu dibentuk satu forum yang memungkinkan bertemunya tiga unsur itu untuk secara teratur membicarakan berbagai hal yang menyangkut teknologi pada umumnya dan teknologi pertahanan khususnya serta industri yang memproduksinya.
Juga perlu ada usaha untuk menambah pengetahuan para pakar militer tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada umumnya, termasuk aspek produksi yang menghasilkan teknologi secara efisien. Dalam hal ini juga perlu dikembangkan pengetahuan yang bersangkutan dengan teknologi nuklir, senjata biologi dan kimia, juga tentunya C4ISR (Command, Control,Communications, Computer, Intelligence, Surveillance, Reconnaissance).


Komentar